Eksistensi Kepramukaan dan Peluang di Era Pandemi Covid-19

Minggu, 06 Sep 2020 | 11:14:16 WIB


Eksistensi Kepramukaan dan Peluang di Era Pandemi Covid-19

Penggunaan jaringan internet untuk proses pembelajaran dan pelatihan di masa pandemi covid-19 mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Berdasarkan laporan terbaru We Are Social, pada tahun 2020 disebutkan bahwa terdapat 175,4 juta pengguna internet Indonesia dibanding dengan tahun sebelumnya 150 Juta, ada kenaikan 17 persen atau 25 juta pengguna internet di negeri ini.

Oleh: Dosen Politeknik ATI Padang, H. Candrianto, ST.M.Pd.IPM.CSE

Berdasarkan total populasi Indonesia yang berjumlah 272,1 juta jiwa, maka itu artinya 64 persen setengah penduduk Indonesia telah merasakan akses ke dunia maya. Media Sosial dengan urutan tertinggi yang sering digunakan di Indonesia ialah platform Youtube dengan 88 persen pengguna, sedangkan Instagram berada pada angka 80 persen pengguna dan rata-rata setiap hari waktu menggunakan internet melalui perangkat apa pun ialah 8 jam, 36 menit.

Dengan demikian fenomena diatas menunjukkan bahwa upaya pemerintah untuk mendukung pembelajaran jarak jauh dalam kebijakan belajar di rumah tidaklah cukup hanya melalui siaran televisi, hal ini jika tidak melakukan inovasi akan menurunkan kualitas pendidikan di Indonesia, maka selain peran pemerintah diperlukan juga peran masyarakat dan tenaga pendidikan yang cukup masif untuk memajukan pendidikan walau hanya di rumah saja.

Salah satunya adalah peran Gerakan Pramuka dalam pendidikan di era pandemi Covid-19. Program latihan Pramuka bisa dilaksanakan di rumah dengan memanfaatkan teknologi dan informasi seperti Zoom, YouTube, WhatsApp dan Instagram untuk mengikuti tren yang ada. Dengan masifnya penggunaan internet mendorong gerakan ini untuk berinovasi memberikan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hal ini merupakan suatu upaya untuk memajukan pendidikan kepramukaan.

Metode kepramukaan yang diberikanpun sangat unik disesuaiakan dengan usia peserta didik, peserta didik terdiri dari 4 golongan yaitu golongan Siaga rentang umur 7 – 10 Tahun, Penggalang rentang umur 11 – 15 Tahun, Penegak rentang umur 16 – 20 Tahun dan Pandega rentang umur 21 – 25 Tahun.

Keempat tingkatan ini dibagi dalam 3 kelompok pembelajaran yaitu golongan Siaga, golongan Penggalang serta golongan Penegak dan Pandega yang disatukan. Pada golongan siaga, pembelajaran melalui Zoom dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pengucapan Pancasila, dan pengucapan Dwisatya dan Dwidarma oleh peserta yang dibalas oleh peserta didik lainnya, Dwi Darma “Siaga itu patuh pada ayah dan ibundanya”, Balasan Pesdik lainya adalah “Kami patuh pada ayah dan ibundanya”. “Siaga itu berani dan tidak putus asa”.

Balasan Pesdik lainya adalah “Kami berani dan tidak putus asa” serta berdoa. Untuk tenaga pendidik (Pembina Pramuka) memiliki sebutan yang unik seperti bunda untuk pembina putri dan ayahnda untuk pembina putra, adapun sebutan Pakcik untuk sebutan bagi pembantu Pembina atau belum dikatakan sebagai Pembina.

Dalam pelaksanaannya Pembina memberikan pelajaran dalam video conference sehingga semua peserta dapat langsung berinteraksi dengan pembinanya, latihannya pun berupa permainan, membuat suatu karya, bercerita bahkan bernyanyi. Salah satunya ialah permainan arah mata angin dan origami.

Pada golongan Penggalang dan Penegak, metode yang digunakan berbeda dengan golongan Siaga. Pada latihan Penggalang para pembina mengemas latihan dengan memperbanyak praktik seperti tata cara membuat pionering dan tali temali yang dapat dipergunakan di rumah serta membuat video pionering perkakas di rumah, tata cara membuat simpul dan ikatan serta diberikan penugasan untuk membuat pionering yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan, peserta pun diberikan challenge atau tantangan untuk memacu semangatnya, semua penugasan harus di upload dalam Instagram maupun WhatsApp, sedangkan pada golongan Penegak dan Pandega metode yang digunakan adalah berdiskusi.

Materi latihan ini disesuaikan melalui point point dalam buku Syarat Ketentuan Umum (SKU) buku yang wajib dimiliki oleh setiap anggota Gerakan Pramuka sebagai prasyarat untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Umum, materi yang terdapat seperti mengenal dunia kepramukaan World Organization of the Scout Movement (WOSM) serta mengenalkan kegiatan Pramuka tingkat Internasional.

Pada saat latihan, media utama yang digunakan adalah aplikasi Zoom Video Conference, tetapi dikarenakan tidak semua orang bisa bergabung di Zoom maka latihan juga dapat diakses melalui platform Youtube Live Streaming dan Instagram Live, platform ini digunakan untuk menjawab tantangan memanfaatkan teknologi zaman now, setelah selesai latihan para peserta diminta untuk mengunggah foto keseruan mengikuti kegiatan tersebut sebaik mungkin sebagai absensi kehadiran, hal ini bertujuan untuk menyebarluaskan hal positif dan mengajak para Pramuka yang lain untuk berlatih bersama.

Sedangkan untuk para pembina Pramuka baik yang berpangkalan di Gugus Depan atau satuan karya juga akan dilaksanakan kegiatan seperti “Gelang Ajar” dan untuk pelatih Pramuka seperti “penyegaran pelatih”. Bagi calon Pembina juga bisa dilaksanakan “Kursus Mahir Dasar” sesuai dengan pola 70 Jam Pelajaran dimana 3 hari online (1 hari = 6 atau 8 jam) dan 4 hari berikutnya offline dengan tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19.

Program ini akan dilanjutkan secara terus menerus dan terus dikembangkan baik dari segi konten maupun teknis pengemasan program.Dengan demikian Eksistensi Gerakan Pramuka dalam pendidikan pada masa pandemi ini dapat menjadi contoh model pembelajaran jarak jauh yang cukup diminati.

Pada akhirnya program semacam ini merupakan program yang mencerminkan jati diri Pramuka sesuai lambang Gerakan Pramuka, tunas kelapa. Selalu dapat tumbuh di mana saja, dan bermanfaat bagi semua. Ujungnya pandemi Covid-19 tetap dapat memberikan kita pelajaran bagi siapa pun yang tetap kreatif, inovatif, dan adaptif pada segala situasi. Jadilah yang terbaik dimanapun dan kapanpun serta jangan mudah mengeluh, tetaplah berjuang walau apapun yang sedang dan akan terjadi.


DIUNGGAH : Pramuka Sumbar Dibaca : 177 kali
EDITOR : Pramuka Sumbar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *